Parangndog merupakan sebuah tempat yang terletak di sebelah selatan Kota Yogyakarta, tepatnya disebelah timur pantai Parangtritis. Di Parangndog ini terdapat sebuah tebing yang bernama Watu Gupit, atau lebih dikenal dengan tebing Parang Ndog. Tebing ini merupakan tebing karst dengan ketinggian ± 70 meter.
Dengan jarak tempuh sekitar 1 jam dari pusat kota Yogyakarta, anda dapat menuju kesana dengan kendaraan pribadi ataupun angkutan umum. Jika anda menggunakan angkutan umum , dari terminal Giwangan naik bis jurusan parangtritis hingga terminal parangtritis. Dari sini anda dapat melihat tebing tebing disisi timur, itulah tebing Parang Ndog. Kemudian perjalanan dapat dilanjutkan dengan ojek ataupun berjalan kaki hingga anda menjumpai sebuah pendopo dan beberapa bangunan, serta sebuah warung kecil milik Yu Maryati, atau akrab dipanggil Yu Mar. Warung kecil ini menjajakan makanan dan es kelapa muda.
Untuk menginap, anda dapat menumpang di warung Yu Mar, atau mendirikan tenda di pendopo ataupun helipad yang tak jauh dari warung. Sedangkan untuk persediaan air anda dapat memintanya pada Yu Mar atau mengambil air dari sumber air Plawan. Tapi jika musim kemarau, sebaiknya anda membawa persediaan air yang cukup karena di daerah ini air sulit didapatkan.
Tebing Parang Ndog mulai di panjat sekitar tahun 1984 oleh para pemanjat dari Yogyakarta. Jalur - jalur yang ada memiliki tingkat kesulitan yang relatif bervariasi. Dimulai dari Selatan ke Utara. Dilokasi pertama kita akan melewati jalur Welcome (TPTY ) , kemudian Oplos (tim Gapadri ), Brandal (Heri Kecik, APACHE), Empat Piton (Srikandi,TPTY). Kemudian setelah menuruni jalan setapak kita akan menjumpai sebuah roof, jalur ini dikenal dengan nama BALIHO (Andi, APACHE), lalu jalur Crack Besar dengan ciri rekahan besar memanjang keatas. Agak sedikit maju ke utara ada jalur Cancut (Tedi Ixdiana, Skygers), diutaranya lagi ada jalur Pancasila yang ditandai dengan roof kecil (Agus Asu, Madawirna). Kemudian diutaranya terdapat jalur Cemplon(Cemplon, MAPALA UPN). Kemudian tebing berbelok membujur ke arah timur. Dari barat ke timur ada jalur Sapu Jagat (Tedi Ixdiana, Skygers) , lalu jalur MILENNIUM (Henry, FPTI DIY) . Diutaranya Pass 2000 ( Ade Luwak, Janagiri),lalu Naga mas (Ali).
Tebing akan membujur ke arah utara dimana ada jalur Kabisat (Kumbo dan Heri Kecik, FPTI DIY), seterusnya adalah Jalur Semut ( jalur Klasik), tak jauh di samping sebelah utara terdapat sebuah crack yang lumayan besar, jalur ini dinamakan Samsu Rijal atau jalur Boker. Sebelah utaranya terdapat Jalur Merah Putih (Kasta Surbakti, GAPADRI), atau lebih dikenal dengan nama "9 Bor". Sebenarnya ada jalur diantara jalur 9 Bor dengan crack Samsu Rijal, dinamakan Jalur UNISBA, yang nantinya top jalur adalah sama dengan topnya samsul rijal. Agak ke utara dari 9Bor ada sebuah jalur yang dinamakan jalur "ASU"(Agus Asu, Madawirna) jalur ini penuh dengan semak belukar. Di sebelah utara tebing Parang Ndog ada tebing yang berdiri sendiri terlepas dari Tebing Parang Ndog, Namanya Tebing Ungu jalurnya pun dikenal dengan nama Jalur Ungu (Agus Asu, Madawirna).
Disebelah barat jalur brandal terdapat tebing kecil yang berdiri sendiri, di tebing itu ada jalur yang dinamakan jalur 12 Lewat (Tedi Ixdiana, Skygers), karena begitu melewati jam 12.00 komplek arael ini terlindung dari sengatan matahari.
Kemudian satu jalur lagi yang berada di bawah warung Yu Mar, terdiri dari 3 hanger saja yaitu jalur Limit, dapat dijadikan pemanasan sebelum memanjat jalur jalur diatas.
Dari jalur jalur yang disebutkan diatas, cukup banyak diantaranya yang hangernya sudah berkarat atau bahkan sudah hilang sama sekali. Jika berkunjung kesana, sebaiknya bawa juga peralatan articial seperti piton dan chock, untuk dijadikan pengaman tambahan disamping hanger bolt yang tersedia. Atau bahkan anda berminat untuk merehabilitasi jalur jalur tersebut? (Echa Mapala Silvagama)
sumber : matahenry.com











