Hujan Badai Tetap Bergembira

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Bersih Pantai

E-mail Cetak PDF

Pada tanggal 27 Desember 2008 sampai 1 Januari 2009, Silvagama mengagendakan kegiatan susur goa yang dilanjutkan kegiatan panjat tebing di pantai siung hingga penyambutan tahun baru yang juga bertempat di pantai siung. Pada tanggal 27-28 Desember 2008 digunakan untuk menyusuri panjangnya goa. Dan pada tanggal 29 Desember, bertepatan dengan tanggal 1 Syuro, kami memilih break dari kegiatan. Hari itu ditiadakan kegiatan susur goa maupun panjat tebing.

Sejak tanggal 28 Desember malam, kami sudah berada di kawasan pantai siung yang terkenal sebagai tempat panjat dan memiliki pantai yang indah. Seperti rencana awal, yaitu diadakan break activity pada tanggal 29. Namun, rasa-rasanya aneh jika tidak ada kegiatan apapun saat itu. Dan hingga pada akhirnya muncul ide dadakan yang sangat cemerlang dari beberapa Ajag, yaitu melakukan bersih pantai. Silvagama memang sudah sering mengagendakan kegiatan yang satu ini, dan kali ini kami mencoba membuktikan bahwa tanpa dibuat sebuah agenda khususpun kegiatan bersih pantai akan bisa dilakukan.

Siang menjelang sore, setelah selesai evaluasi berkenaan dengan kegiatan susur goa tepatnya pukul 15.15, kami memberitahukan rencana dadakan tersebut kepada semua anggota yang ada saat itu. Dan ide ini disambut dengan baik oleh semua.

Keterbatasan alat tak pernah menjadi penghalang bagi kami, tak satupun dari kami yang membawa trash bag. Namun kami bisa mengatasinya dengan menggantinya dengan ponco sebagai tempat penampung sampah.

Saat itu juga kami langsung terjun ke pantai, memunguti sampah-sampah dari tangan tak bertanggung jawab. Dan kepedulian kami terhadap lingkungan ini ternyata juga membuat hati beberapa pengunjung tergerak, ada beberapa orang yang ikut dalam kegiatan bersih pantai ini. Dari sini kita bisa melihat bahwa tak perlu vokal yang berlebih untuk mengusung masa supaya mereka peduli terhadap lingkungan dimana mereka berada, dalam hal ini adalah pantai, dengan langsung bertindak kadang justru akan menjadi motor penggerak yang baik.

Sebagai seorang mapala, ada harapan bahwa suatu saat tak perlu lagi ada kegiatan bersih pantai seperti ini. Bayangkan saja apa yang perlu dibersihkan jika pantai sudah bebas dari kotoran dan sampah-sampah? Dan selanjutnya bukan lagi masalah bersih pantai yang dibahas, melainkan bagaimana memaksimalkan fungsi pantai dan ekosistem pantai.

Namun untuk mencapai keadaan tersebut, kembali lagi ke masalah sampah. Setidaknya ada kesadaran masing-masing individu untuk tidak mengotori pantai. Sekecil apapun kita membuang sampah, jika diakumulasikan dengan sampah dari pengunjung yang lain akan menjadi kumpulan sampah yang jumlahnya pasti sangat banyak.

Dan kita, yang memegang jabatan sebagai seorang mapala, sudah saatnya kita membuktikan bahwa kita tidak hanya identik dengan hura-hura dan petualang yang suka dunia penjelajahan. Tugas kita yang mengaku sebagai ”Pecinta Alam” inilah untuk menjaga, merawat, dan melestarikan alam yang merupakan ’rumah kita’.

( Gimbal )

 

 

Acak Gambar

Login Anggota


Pengunjung

Kami memiliki 3 Tamu online

ShoutBox


Ads on: Special HTML