Secara geografis Gunung Lawu terletak pada 111º 15’ BT dan 7 º 30’ LS. Berdasarkan pembagian iklim menurut Schmidht dan Ferguson, Gunung Lawu termasuk beriklim C dengan curah hujan 3.912 mm/th (Perhutani, 1982). Musim hujan tejadi pada bulan November sampai Juni dengan curah hujan tertinggi terjadi pada bulan Desember – Februari. Sedangkan musim kemarau terjadi pada Bulan Juli sampai Oktober dengan curah hujan terendah pada bulan Agustus
Pendakian Gunung Lawu bisa dilakukan melalui 5 jalur pendakian, yaitu jalur Cemoro Kandang, Candi Ceto, Tambak (Jawa Tengah) serta Cemoro Sewu dan Jogorogo (Jawa Timur). Umumnya jalur yang sering dilalui adalah Cemoro Kandang dan Cemoro Sewu, sedangkan Jalur Candi Ceto. Jogorogo dan Tambak masih jarang dilalui pendaki. Ketiga jalur terakhir biasanya hanya digunakan pada saat-saat tertentu, seperti pendakian bulan Suro.
Candi Ceto terletak di ketinggian 1400 mdpl dan secara administratif berada di Dukuh Ceto, Desa Gemeng, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karang Anyar Jawa Tengah. Desa Gemeng memiliki potensi wisata yang besar karena banyak terdapat candi dan juga pesona kebun teh yang memiliki keunikan tersendiri. Kehidupan masyarakat Desa Gemeng banyak dipengaruhi oleh kebudayaan Surakarta dan Jawa Timur dan juga ajaran agama Hindu yang dianut oleh sebagian besar warganya (Wiryawan ,2005)
Akses transportasi menuju Candi Ceto bisa menggunakan kendaraan pribadi atau angkutan umum sampai terminal Desa Kemuning lalu melanjutkan menggunakan csrteran atau ojek menuju candi. Akses jalan cukup baik karena sudah diaspal. Diareal candi terdapat juga tempat penitipan kendaraan, warung-warung makan ataupun souvenir serta basecamp pendakian yang berada di rumah penduduk.
Jalur Pendakian Candi Ceto
Basecamp Candi Ceto-Pos I Reco Kethek
Pandakian dimulai dari kompleks candi, keluar dari kompleks candi akan melewati sungai dan masuk areal tegakan pinus. Di bawah tegakan pinus ini terdapat Candi Kethek. perjalanan akan melalui punggungan yang tidak terlalu tejal. Vegetasi sekitar jalur masih didominasi oleh alang-alang (Imperata cilindrica L.) dan banyak dijumpai Puspa (Schima wallichii Reinw). Waktu yang dibutuhkan untuk mecapai pos I sekitar 1 jam. Terdapat bangunan semi permanen di Pos I ini.
Pos I Reco Kethek - Pos II Brak Seng
Perjalanan masih menyusuri punggungan yang tidak terlalu terjal. Vegetasi mulai rapat yang masih didominasi oleh tumbuhan-tumbuhan bawah seperti Krinyu (Euphatorium adoratum DC.) serta Arbei Hutan (Rubus spp.) lama perjalanan menuju pos II sekitar 45 menit
Pos II Brak Seng - Pos III Cemoro Dowo
Perjalanan menuju pos III ditempuh sekitar 1 jam. Jalan yang dilalui cukup terjal dengan vegetasi sekitar jalur cukup rapat.
Pos III Cemoro Dowo -Pos IV Penggik
Tumbuhan bawah di sekitar pos III dihiasi oleh warna-warna bunga Pacar Jawa (Impatiens platypetala Lindl.). vegetasi sekitar jalur pendakian berupa rumput-rumput dan juga Akasia Gunung (Acacia decurrent). Perjalanan menuju pos IV sekitar 1 jam
Pos IV Penggik-Pos V Bulak Peperangan
Setelah lepas punggungan pos IV, jalan menuju pos V cenderung memutar. Setelah mencapai padang rumput Festuca nubigena Jungh jalan cenderung datar. Vegetasi sekitar jalur didominasi oleh Cemara Gunung (Casuarina junghuhniana).
Pos V Bulak Peperangan -Pos VI Hargo Dalem
Pos V masih terletak di padang rumput festuca, jalan menuju hargo dalem cenderung landai dengan haparan padang rumput di kanan-kiri jalur. pada akhir perjalanan menuju Hargo Dalem, dominasi vegetasi berganti menjadi Manis Rejo (Vaccinium lucidum). Terdapat sumber air, yaitu Tapak Menjangan yang hanya terisi air saat musim penghujan saja. Sumber air ini terdapat di jalur pendakian. Di Hargo Dalem terdapat banyak bangunan baik warung-warung ataupun tempat-tempat petilasan. Terdapat juga sumber air yaitu Sendang Drajat di dekat Hargo Dalem ini
Pos VI Hargo Dalem- Puncak Hargo Dumilah
Jalan yang dilalui cukup terjal dan berbatu. hanya membutuhkan waktu sekitar 20 menit untuk mencapai puncak. Di puncak terdapat tugu triangulasi
(msg 616)











